Hukum Nikah Dengan Seorang Wanita Yang Hamil Duluan

Besar harapan dan doa saya semoga saudaraku semua selalu diberikan kesehatan dimurahkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya oleh Allah subhanahu wa ta’ala Amin ya robbal alamin  sahabat beriman pada kajian kali ini saya akan menjelaskan tentang hukum nikah setelah wanita hamil duluan selama ini banyak terjadi remaja yang hamil diluar nikah kemudian langsung dinikahkan hanya untuk menutupi aibnya dan yang mengenaskan lagi laki-laki yang dinikahinya bukanlah orang yang menghamilinya  memang pergaulan di kalangan remaja dan anak muda sekarang sudah sangat mengkhawatirkan

Menikah adalah impian bagi setiap orang, dan merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang merupakan ibadah seumur hidup. Ada banyak alasan seseorang dalam menikah, seperti misalnya sudah siap lahir batin. Namun ada kalanya seseorang menikah karena hamil, atau sering disebut juga nikah karena kecelakaan atau MBA (married by accident). Lantas, apakah hukum menikah karena hamil duluan akibat zina sama dengan menikah pada umumnya?

Tidak sedikit diantara mereka yang terjebak dalam pergaulan bebas tidak heran jika banyak remaja yang masih usia Beliau telah menikah disebabkan Hamil Duluan hasil dari perbuatan zina sahabat Bagaimana ada dua hal yang sepertinya perlu kita kaji kali ini yaitu bagaimana status hukum seorang laki-laki menikahi wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain dan bagaimana hukum wanita hamil yang dinikahi oleh laki-laki yang menghamilinya

sahabat beriman yang dirahmati Allah Subhanahu Wa ta’ala terdapat beberapa pendapat tentang hukum nikah setelah wanita hamil duluan diantaranya yang pertama yaitu pendapat Imam Abu Hanifah yang  bila yang menikahi wanita hamil itu adalah laki-laki yang menghamilinya maka hukumnya diperbolehkan sedangkan jika yang menikahinya itu bukan laki-laki yang menghamilinya maka laki-laki itu tidak boleh menggaulinya hingga melahirkan dan yang kedua pendapat Imam Malik dan Imam Ahmad bin hambal yang mengatakan laki-laki yang tidak menghamili tidak boleh menikahi wanita yang hamil kecuali setelah wanita hamil itu melahirkan dan telah habis masa iddahnya

dan Imam Ahmad menambahkan satu syarat lagi yaitu wanita tersebut harus sudah bertaubat dari dosa sinarnya jika belum bertaubat dari dosa zina maka dia masih belum boleh menikah dengan siapapun saja Hai demikian yang disebutkan dalam kitab al-majmu’ syarah  al-muhadzdzab karya al-imam an-nawawi adapun yang ketiga yaitu pendapat dari Imam assyafii yang menerangkan bahwa baik laki-laki yang menghamili ataupun yang tidak menghamili dibolehkan menikahinya sebagaimana yang tercantum didalam kitab al-muhadzdzab karya

Abu Ishaq syairozi juz 2 halaman 43 semua pendapat yang menghalalkan wanita hamil diluar nikah dikawinkan dengan laki-laki yang menghamilinya berangkat dari beberapa Nas yang berikut ini dari Aisyah radliyallaahu Anhu berkata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

pernah ditanya tentang seseorang yang berzina dengan seorang wanita dan niat untuk menikahinya lalu Beliau bersabda awalnya perbuatan kotor dan akhirnya nikah sesuatu yang haram tidak bisa mengharamkan yang halal hadits riwayat Thabrani dan Deru fotony juga sudah dijelaskan pada hadits berikut ini seseorang bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam istriku ini seorang yang suka berzina beliau menjawab Ceraikan dia tapi aku takut memberatkan diriku kalau begitu mut’ah lah dia hadis riwayat Abu Dawud dan an-nasa’i

Adapun pendapat yang mengharamkan seorang laki-laki menikahi seorang wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain karena hal itu akan mengakibatkan hancurnya Nasa panah tersebut di kemudian hari dalilnya  berikut ini Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda Janganlah disetubuhi atau dikawini seorang wanita hamil karena zina hingga melahirkan hadis riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh al-hakim terdapat juga dalam riwayat lain Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda  tidak halal bagi seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menyeramkan airnya pada tanaman orang lain hadis riwayat Abu Daud dan Tirmidzi sahabat beriman yang dirahmati Allah SWT

Jadi kesimpulannya Jika seorang laki-laki menikahi seorang wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain maka hukumnya haram menurut Imam Malik dan Imam Ahmad Adapun bila wanita yang hamil itu dinikahi oleh laki-laki yang menghamilinya di luar nikah maka hukumnya boleh sedangkan jika mengacu pada kompilasi hukum Islam seorang wanita hamil diluar nikah dapat dikawinkan dengan laki-laki yang menghamilinya sahabat beriman yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala

itulah beberapa fakta tentang hukum nikah setelah wanita hamil duluan demikian gajian Islam yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari Semoga kita selalu dijauhkan dari perbuatan zina perbuatan keji dan mungkar ini lebih dan kurangnya Mohon dimaafkan yang benar datangnya atas bimbingan Allah subhanahu wa ta’ala yang Maha Benar dan yang salah hilaf atau keliru itu datangnya dari saya pribadi sebagai manusia biasa yang tak pernah luput dari salah flyleaf dan dosa akhirul kalam subhanakallahumma wabihamdika Asyhadu anla ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaih wallahul muwaffiq Ila aqwamit the story wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

About admin

Check Also

Jika Zinah Mempersempit Rezeki, Kenapa yang Open BO Banyak Duit?

  Jika Zinah Mempersempit Rezeki, Kenapa yang Open BO Banyak Duit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!