Hati-hati Mengumbar Kemesraan Suami Istri Di Media Sosial, Ini Hukumnya dalam Islam ?

Dizaman teknologi seperti sekarang ini semua orang bebas dalam berekspresi di dunia maya melalui akun-akun media sosial yang mereka miliki.
Setiap orang juga bebas mengunggah foto-foto maupun video-video , foto dan video tersebut dikoleksi pribadinya dalam akun tersebut.

Dilarang pamer kemesraan di media sosial
Akibatnya semua unggahan di media sosial pun bisa dinikmati dan dilihat oleh semua orang yang mengikuti akun itu.

Banyak pula yang tanpa merasa malu memamerkan kemesraan dengan pasangannya. Baik itu bagi pasangan yang belum menikah maupun pasangan yang telah menikah.

Namun tahukah Anda bahwa memamerkan kemesraan di depan umum menurut Islam itu tidak diperbolehkan?

Bagi pasangan yang sudah menikah, bermesraan memanglah sesuatu yang dihalalkan. Namun kita perlu ingat bahwa tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau menyebut rasa malu adalah bagian dari iman. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

Salah satu bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Ada beberapa alasan agar Anda tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di medsos,

Pertama, Nabi Muhammad mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Nabi Muhammad bersabda, “Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman,”HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya.

Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Kedua, Islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.

Ibnu Sholah mengatakan, “Jumhur ulama hadis dan fiqih sepakat, orang yang riwayatnya boleh dijadikan hujjah disyaratkan harus orang yang adil dan kuat hafalan (penjagaan)-nya terhadap apa yang dia riwayatkan. Dan rinciannya, dia harus muslim, baligh, berakal sehat, dan bersih dari sebab-sebab karakter fasik dan yang menjatuhkan wibawanya,” Muqadimah Ibnu Sholah, hlm. 61.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim – Mufti resmi Saudi pertama – menyatakan tentang hukum mencium istri di depan umum, “Sebagian orang, bagian bentuk kurang baik dalam bergaul dengan istri, terkadang dia mencium istrinya di depan banyak orang atau semacamnya. Dan ini tidak boleh. – kita berlindung kepada Allah dari dampak buruknya –,” Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim, 10/209

An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan dan wibawa manusia, “Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar,” al-Minhaj, hlm. 497.

Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya, lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar. Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan Zina.

Nabi Muhammad bersabda, “Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun,” HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya

Nah Sobat, memang hal itu biasa bagi anda, tapi bagi orang lain? Apalagi sumber dosa itu berasal dari foto yang anda pajang.. Naudzubillah… Lebih baik anda tidak usah memajang foto kemesraan anda ya.

About admin

Check Also

Ustad Das’ad Latif TERBARU Super LUCU nonton cuplikannya aja dulu !!!

Untuk menbuatmu menjalani kehidupan pernikahan sesuai jalan yang telah Allah tentukan, agar terus harmonis dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!