Kisah Hudup Pratama Arhan, Pemain Sepakbola Yang Terlahir Dari Keluarga Sederhana

Pratama arhan Alif Rivai atau biasa dipanggil Erhan lahir di Blora pada 21-12-2012 pasangan suami-istri Sutrisno dan Surati

Bek kiri timnas Indonesia, Pratama Arhan adalah pemain andalan Shin Tae-yong di timnas Indonesia dan akhirnya gabung klub Liga Jepang, Tokyo Verdy.

Pada Rabu (16/2/2022), Pratama Arhan diumumkan oleh klub kasta kedua Liga Jepang jika mereka merekrut Pratama Arhan.Karier baru ini layak diberikan kepada Pratama Arhan yang sukses mencuri perhatian publik selama mengawal sektor kiri timnas Indonesia.

Sepanjang turnamen Piala AFF 2020, pemain yang memulai karier senior bersama PSIS Semarang itu telah mencatatkan enam kali penampilan untuk skuad Garuda.

Dari seluruh aksinya tersebut, sudah ada dua gol serta tiga assist yang disumbangkan Pratama Arhan untuk tim asuhan Shin Tae-yong.Jika melihat kiprahnya di Piala AFF 2020, tak berlebihan jika menyebut Pratama Arhan sebagai salah satu pemain andalan timnas Indonesia di masa mendatang.

Apalagi, pemain berusia 20 tahun ini dikabarkan tengah diminati sejumlah klub luar negeri karena performanya yang menawan. Ibu arhan setiap harinya bekerja sebagai penjual sayur keliling rumah sederhana berdinding kayu beralas tanah menjadi saksi lahirnya pemain timnas u-19 dari Jawa

Tengah ini di dinding kayu itu dijejali foto-foto archos sejak kecil foto sejak dia pertama kali tercatat sebagai pemain SSB Putra mustika Blora sampai foto sebagai pemain timnas  di sejumlah medali yang dikemas dalam pigura juga tampak rapi menggantung di dinding kayu Hai tinggal di Dukuh

Karang nongol Desa Sidomulyo Kecamatan Banjarejo Blora atau berjarak 17 km dari pusat Kota Blora tidak menyurutkan cita-cita arho untuk menjadi pemain bola dengan segudang prestasi ternyata darah sepakbola yang dimiliki arrow turun dari kakaknya yang juga pemain bola di SSB Putra mustika

Dari SSB Putra mustika dia memulai karirnya sebagai pemain sepakbola saat itu arhan masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar selepas lulus arahan mencoba peruntungan dengan mendaftar di Akademi Terang Bangsa Semarang terangbangsa membuat karir Khan mentereng Setelah akhirnya dia didapuk dalam kesebelasan PSU 18 kualitasnya Yang Tidak diragukan akhirnya dia diproyeksikan ke jenjang yang lebih tinggi yakni PSIS U20 arhan tidak menyangka di sela-sela kesibukannya sebagai pemain PSIS Rupanya dia mendapat panggilan untuk mengikuti pemusatan latihan

Timnas u- 19 chikara kemudian arahan diterbangkan ke Thailand untuk mengikuti pemusatan pelatihan Timnas u-19 Hai sepulang dari situ arah juga sempat dipanggil untuk turut serta dalam latihan Timnas Senior pada Februari 2020 kemudian arahan kembali harus menjalani pemusatan latihan

Timnas u-19 di Kroasia beqiri adalah cinta Young selama dua bulan latihan disana banyak asam garam yang mampu dipetik archos selama di Kroasia selain digembleng dengan latihan yang disiplin dia juga berkesempatan tanding melawan sejumlah tim dari berbagai negara dari situ arhan menunjukkan kualitasnya Selain itu arahan juga dikenal memiliki lemparan yang kencang Hai pada ujicoba melawan Qatar di Kroasia arhan mampu mencetak assist lewat lemparan kencangnya yang disebut Saddam Gava lemparan super kencang yang dimiliki Arnold tidak sedikit pecinta sepakbola

Indonesia berdecak kagum karenanya lemparan itu tidak ubahnya seperti tendangan beberapa kali terbukti arhan mampu membuat assist yang berujung gol dari lemparannya karirnya yang moncer seperti saat ini tak luput dari dukungan keluarga sejak kecil

Keluarga sangat mendukung cita-cita arha menjadi pemain sepakbola Tak Ada Yang Bisa diandalkan selain doa dan harapan sebagai orangtua bagi Surati dia juga tidak menyangka jika kini anaknya memperkuat Timnas yang pasti sejak arhan mulai mengenal sepakbola Sejak saat itu juga Surati menaruh harapan dan dukungan penuh sang ayah Sutrisno menyebut hanya dukungan dan doa yang bisa diberikan terlebih lebih dari 20 tahun Sutrisno mengidap penyakit dalam terakhir dia divonis mengalami gangguan liver jatuh karena Sutrisno mengalami gangguan kesehatan kauntan yang menjadi tulang punggung

Dalam memenuhi kebutuhan keluarga adalah Surati untuk mencukupi kebutuhan Surati menjadi pedagang sayur keliling di kampungnya meski begitu dia selalu menyempatkan diri untuk datang ke lapangan untuk menyaksikan sang anak saat bertanding hanya saja keterbatasan biaya membuatnya datang menyaksikan pertandingan anaknya Selama masih bisa dijangkau olehnya gini sebagai orangtua sudah tidak berharap banyak kepada Ahok kecuali menjadi anak yang mampu menjaga perilakunya disisi lain dia juga berpesan agar selalu menjadi pribadi yang rendah hati dalam kondisi dan keadaan apapun

About admin

Check Also

Jika Zinah Mempersempit Rezeki, Kenapa yang Open BO Banyak Duit?

  Jika Zinah Mempersempit Rezeki, Kenapa yang Open BO Banyak Duit?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!