Nasib Dulu Dibullyh Gegara Ibunya Cuma Pembantu Sampai Dikucilkan 1 Desa, Kini Hidup Kayah

Sepertinya tak ada yang tak mengenal sosok Mimi Peri. Ya, Mimi Peri dikenal sebagai sosok selebgram yang lugu dan lucu.

Bagaimana kabar Mimi Peri sekarang Diketahui dari TribunManado, Mimi Peri pernah merasakan menjadi artis instan pada saat itu.

Sempat tak terdengar lagi kabarnya, sekarang Mimi Peri tetap eksis di media sosial.

Kini sang artis sudah dikenal seantero negeri karena kelucuan dan penampilannya yang mengundang perhatian.

Selain itu hidupnya juga sudah berubah drastis dan bergelimang harta karena kerap nampang di media sosial.

Artis ini memang sekarang selalu tampak tertawa ceria dan bahagia dengan aksinya yang menghibur publik.

Namun siapa sangka jika kehidupannya dulu sempat sengsara karena status orang tuanya.

Ya, hanya karena ibunya seorang asisten rumah tangga (ART), artis yang satu ini sampai dihujat dan dikucilkan satu desa.

Walau begitu, sang artis tetap jadi dirinya yang sendiri dengan gaya heboh serta nyeleneh.

Bahkan ia kini menjadi terkenal berkat menjadi apa adanya.

Mimi Peri diketahui memang kerap tampil kocak dengan penampilannya yang nyeleneh.

Namun di balik tingkahnya yang selalu kocak dan menghibur, rupanya Mimi Peri menyimpan banyak duka atas pahitnya masa lalu.

Bahkan Mimi Peri sampai berderai air mata menceritakan kisah hidupnya di masa lalu yang begitu pahit.

Seperti dilansir dari TribunJatim, hal ini seperti tampak dalam tayangan di kanal YouTube Kuliah Psikologi.

Dalam kesempatan itu, psikolog Dedy Susanto memberikan terapi psikologis pada Mimi Peri untuk meringankan beban hidupnya.

Pasalnya, pria asal Kendari, Sulawesi Tenggara, yang diketahui bernama asli Ahmad Jaelani ini sejak kecil sudah menjadi korban perundungan.

Terlebih pada saat itu Mimi Peri tidak memiliki ayah, sedangkan sang ibu hanya seorang pembantu atau ART.

Oleh karena itu, ia juga menerima diskriminasi di sekolah.

Di mana pada momen tertentu seperti 17 Agustus-an, ia sengaja tidak dilibatkan dalam semua kegiatan karena berbagai alasan.

Kadang aku marah, tapi aku sadar diri karena miskin, kata Mimi Peri, seperti dikutip dari video yang dipublikasikan pada Senin 22 7 2019

Akhirnya aku dendam, minder. Aku enggak mau ketemu orang selama bertahun-tahun, imbuhnya menahan tangis.

Bahkan ia mengaku sampai guru di sekolahnya tidak ada yang suka dengan dirinya karena miskin.

Guru enggak ada yang sayang sama aku, sayangnya sama orang yang punya duit, ungkapnya.

Namun Mimi Peri tidak bisa berbuat apa-apa meski ia menyimpan dendam karena diperlakukan tidak adil.

Ia pun hanya dapat memendam semua sakit hatinya saat itu karena sadar dirinya bukanlah orang yang berkuasa apalagi kaya raya.

Hingga puncaknya, ia membenci Tuhan karena kehidupannya yang sulit saat itu.

Aku pernah benci sama Tuhan. Aku enggak mau lagi salat. Itu karena aku udah sakit ucapnya di sela derai tangis.

Aku selalu dikucilkan di desa itu. Temen-temen aku selalu dikasih kesempatan, aku enggak

Padahal aku juga ranking satu kata Mimi Peri.

Walau sepintar apapun aku, karena orang tua aku enggak terpandang, aku tetap dianggap ranking terakhir bebernya.

Di situ aku berpikir mereka memang pilih kasih karena keadaaanku yang begitu, pungkasnya.

Kini Mimi Peri telah menjadi selebram yang dikenal banyak pengguna akun sosial media Instagram sejak beberapa tahun lalu.

Mimi Peri juga memiliki banyak followers dan ramai dengan tawaran endorsement.

Mimi Peri juga sering mengunggah video dan foto dengan berbagai macam kostum unik dan nyeleneh.

Hingga berita ini ditulis, akun Instagram Mimi Peri kini memiliki 1,9 juta followers, dan akunnya sudah terverifikasi.

Meski tak seheboh dulu, Mimi Peri rupanya masih sering mengunggah foto-fotonya dengan kostum dan nyeleneh yang begitu menghibur.

Tak hanya itu, tawaran endorse pun rupanya masih mengalir untuk Mimi Peri.

About admin

Check Also

SUNGGUH MIRIS!‼️ Akibat Sepi Job Kini Turun Pamor,Nasib Artis ini Hidup Memprihatinkan

Roda kehidupan memang seringkali berputar dan kadang di atas dan kadang di bawah termasuk pada …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!