KKN DI DESA PENARI : MISTERI BADARAWUHI TERUNGKAP, SILUMAN ULAR DI FILM KKN DI DESA PENARI

Sosok Badar rawuhi dalam film bergenre horor KKN di desa penari belakangan Tengah menjadi perbincangan film ini diangkat dari kicauan pengguna akun Twitter simple Man

kemudian diadaptasi menjadi novel dan diangkat ke layar lebar  film horor yang tayang sejak lebaran itu menampilkan artis cantik Aulia Sarah sebagai pemeran Badar rawuhi

aktingnya yang gahar berhasil membuat penonton merinding sosok siluman ular badrawi ini menjadi tokoh kunci dalam film horor tersebut sebagian dari anda mungkin penasaran tentang siapa sebenarnya

Badar rawuhi tersebut dan darimana asal-usul sosok siluman ular Badar rawuhi ini lantas Siapakah sosok Badawi sebenarnya semenjak trending di twitter pada tahun 2019

banyak orang pun sudah mencoba untuk menelusuri asal-usul dari sosok siluman ular bernama Badar rawuh yang ada dalam film KKN di desa penari bagi Anda yang penasaran mengenai sosok siluman ular bernama Badar rawuhi

dalam film KKN di desa penari ada banyak versi cerita yang membahas mengenai asal-usul daripada rawuhi dan Berikut salah satu versi mengenai asal-usul

Berkaitan dengan seorang wanita Sakti bernama Ratna nareh asal-usul sosok siluman ular pada rawuhi dalam film KKN di desa penari sangat erat kaitannya dengan sosok wanita Sakti bernama Ratna nareh

Ratna Nare sendiri merupakan salah satu wanita Sakti dari lima murid Mi Dayu Datu Rang daring Dira yang merupakan seorang pemuja Batari Durga konon Badar rawuhi adalah makhluk halus penunggu Desa penari

sosok Badar rawuhi adalah makhluk halus dari pantai selatan konon dia diusir dari kerajaan Pantai Selatan karena merasuki salah satu tubuh penari bernama Ratna nareh di timur pulau Jawa

kala itu ratnan area adalah pemimpin suatu desa Ratna nareh adalah murid seorang Ksatria zaman Prabu Airlangga Raja Kerajaan Kediri berkuasa dia bersama empat saudara seperguruan melarikan diri ketika Sang Guru ditaklukkan oleh mpu bharada

keempat saudara seperguruannya tersebut melarikan diri ke Bali sementara Ratna nareh bersembunyi di bagian timur pulau Jawa dan mulai membangun pemukiman di desa yang baru dibangunnya tersebut terdapat sebuah pelataran Yang dipakai Ratna nareh dan para penduduk desa Untuk Memuja dewa-dewa

Arwah leluhur dengan menyuguhkan tari-tarian demi menghindari kejaran Mpu bharada Ratna nareh tak memperlihatkan kedigdayaannya kepada siapapun hidupnya hanya digunakan untuk mempelajari lontar

yang dibawanya ketika kabur sebuah lontar yang istimewa karena dia berhasil mempelajari berbagai ilmu kanuragan dan kan ujian untuk menaklukkan pimpinan lembut yang ada di hutan-hutan pulau Jawa yang dilaluinya bahkan karena Lontar tersebut pula Ratna nareh mendapatkan anugerah awet

i kehidupannya yang tenang di desa baru tersebut mulai terusik Ketika suatu ketika dirinya melakukan perjalanan ke Wonokromo yang saat itu memiliki pemimpin pria hidung belang bernama macam sikap Lurah yang tidak disukai oleh warga desa karena sikap dan perangainya yang terlalu bernafsu

terhadap perempuan melihat kecantikan Ratna nareh Sang Pemimpin Wonokromo pun kepincut dan menawarkannya untuk menginap semalam Ki Lurah macan sikap yang telah tergoda oleh kecantikan yang dimiliki oleh Ratna nareh

Ratna nareh pun mencoba untuk mengatur strategi agar dapat memuaskan hasratnya kepada Ratna nareh pada malam hari Ki Lurah macan sikap beserta dengan pengawalnya pun mencoba untuk melampiaskan nafsunya

Namun karena kesaktian yang dimiliki oleh Ratna nareh Ki Lurah macan sikap beserta dengan pengawalnya pun akhirnya terbunuh setelah peristiwa terbunuhnya Ki Lurah

macan sikap Ratna nareh pun menjadi pemimpin di desa wonotoro the dengan kondisi desa yang berada di tengah hutan yang bernama alas Dadap

sebuah hutan yang sangat ditakuti oleh warga desa wonontoro membuat desa tersebut menjadi terisolir dari kehidupan luar Selain sebagai Kerajaan gaib warga desa Wonorejo pun mempercayai jika sedang sarpa marah merupakan Dimensi Lain yang menghubungkan Keraton Pantai Selatan dengan Keraton pantai utara

Dipercaya sebagai tempat persinggahan bagi Ratu Laut Kidul atau Ratu Pantai Selatan ketika hendak berkunjung ke Keraton pantai utara oleh karenanya pasukan Keraton Pantai Selatan pun turut menjaga sedang sarpa Mara selama memimpin Desa wonotoro Ratna repun tidak jauh berbeda dengan Ki Lurah

macam sikap merasa hebat dengan kesaktian memiliki membuat Ratna nareh banyak melakukan pelanggaran terhadap pantangan yang selama ini dipatuhi oleh warga desa salah satu pelanggaran yang dilakukan oleh Ratna rea adalah sering menggelar pentas tari yang diiringi oleh gamelan

warga desa pun berkali-kali mencoba untuk mengingatkan Ratna nareh Namun karena kesombongannya Ratna nareh bahkan sesumbar ingin menantang seluruh penghuni dan penjaga dari alas dan Dadan sedang sarpa marah atas tantangan dan pelanggaran yang telah dilakukan Ratna nareh

dengan seluruh penghuni Desa wonontoro pun akhirnya dimusnahkan oleh para penghuni dan penjaga alas dan Dadan Sendangsari vamara dua kutukan pasca musnahnya penduduk desa wonontoro s

etelah peristiwa pemusnahan Ratna nareh beserta seluruh penghuni Desa wonontoro penghuni dan penjaga alas dan Dadan sedang sarvam Arab pun Kembali ke tempat masing-masing namun ada salah satu sosok penjaga sedang sarpa marah Yang ternyata tidak ingin tekan jasad seorang penari yang dirasuki nya

Karena tidak mau tunduk dengan perintah dari Ratu Pantai Selatan untuk kembali menjaga sedang sarpa marah sosok penjaga yang tidak mau keluar dari tubuh

penari pun mendapatkan kutukan dari Ratu Pantai Selatan selain tidak patuh atas perintah Ratu Pantai Selatan sosok penjaga tersebut dikutuk juga karena keinginannya yang melanggar kodrat karena ingin menjadi manusia tubuh penari yang dirasuki pun dimusnahkan oleh Ratu Pantai Selatan

Sementara penjaga yang dikutuk berubah wujud menjadi setengah manusia dan setengah ular setelah dikutuk dan diusir oleh Ratu Pantai Selatan penjaga tersebut

khirnya mengembara dari satu hutan ke hutan lainnya hingga akhirnya tiba di desa yang kelak menjadi lokasi dari peristiwa KKN di desa penari sosok penjaga inilah yang dipercaya sebagai sosok yang sama dengan sosok badara uh yang diceritakan dalam film KKN di desa penari

Selain memiliki kesamaan fisik yang sama-sama setengah dia dan setengah ular sosok badar rawuhi dengan sosok penjaga yang dikutuk oleh Ratu Pantai Selatan pun memiliki sifat yang sama yakni sifat jahil yang suka menggoda manusia terutama dari kalangan laki-laki namun dibalik sifatnya yang jahil dan suka menggoda

mereka juga terkenal sangat kejam lantaran mereka tidak akan segan-segan untuk menuntut balas terhadap orang yang berani melanggar pantangan atau mengotori wilayah kekuasaannya seperti apa yang terjadi terhadap Bima dan Ayo demikian informasi mengenai asal-usul sosok siluman ular bada rawuhi dalam film KKN di desa penari yang tengah viral

akhir-akhir ini Hal inilah yang konon Menjelaskan mengapa Badar rawuhi dalam cerita KKN di desa penari mengenakan busana berwarna hijau yang identik dengan busana kebesaran kerajaan laut pantai selatan dia diceritakan sebagai sosok siluman ular cantik jelita yang suka menggoda pria semoga bermanfaat jika informasi yang kurang tepat bisa didiskusikan di kolom komentar ya

About admin

Check Also

Berkat Kerja Keras dan Keuletanya!! 6 Artis Ini Sukses Berkarier di Dunia Hiburan Meski Tak Lulus SMA

Pendidikan formal memang menjadi sesuatu yang penting bagi sebagian orang. Apalagi masih banyak orang tua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!