Pernah Jatuh Terpuruk Ngutang 140 Triliun! Begini Kisah Miliarder Yang Bangkit Setelah Bangkrut

Mungkin banyak yang belum tahu sosok Jusuf Hamka. Ia adalah pengusaha konglomerat mualaf dan juga pegiat filatropi.

Bisnisnya di bidang pembangunan dan ia dikenal secara luas sejak melakukan kegiatan sosialnya yaitu menjual nasi kuning Rp3.000 untuk para dhuafa.

Kepada Denny Sumargo, Jusuf Hamka mengungkap sedikit ceritanya menjadi mualaf dan jatuh bangun dirinya dalam berbisnis setelah menjadi mualaf.

Waktu kecil Jusuf tinggal di daerah Pasar Baru, Jakarta bersama sang ayah. Ketika beranjak remaja, Jusuf tinggal bersama ibunda yang dinas menjadi guru di Samarinda.

Banyak orang yang penasaran dengan biodata dan agama Jusuf Hamka  bos jalan tol Indonesia. Pengusaha keturunan Tionghoa yang mualaf di usia 23 tahun ini dikenal sebagai seorang dermawan. Ia pun bercita-cita membangun 1.000 masjid.

Jusuf Hamka merupakan seorang pengusaha sukses yang lahir di Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 5 Desember 1957 dengan nama Alun Joseph. Ia mendapatkan nama Jusuf Hamka saat dirinya menganut agama Islam pada 1981.

Nama belakangnya didapat dari tokoh Muslim Indonesia Buya Hamka. Ia menjadi mualaf tanpa penolakan keluarga karena tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Tionghoa yang cukup terpelajar.

Orang tua Jusuf pun tergolong moderat. Ayahnya, Joseph Suhaimi Jauw To Tjiang merupakan seorang dosen Universitas 17 Agustus 1945 Untag Jakarta.

Sementara ibunya Suwanti Suhaimi Siaw Po Swan adalah seorang guru. Jusuf kemudian menunaikan ibadah haji pada 1984.

Saya masuk Islam ini bukan ujug-ujug. Saya masuk Islam ini karena teman-teman saya di lingkungan saya, Karanganyar Pasar Baru itu teman saya Muslim kata pria 65 tahun, dilansir kanal YouTube Denny Sumargo.

Dahulu, Jusuf Hamka adalah penganut Kristen Protestan. Jusuf masih ingat, menghabiskan masa muda di Samarinda, ia aktif di acara rohani. Namun, hati kecilnya merasa tidak mendapatkan hal yang nyaman untuknya.

Saya juga enggak ngerti, tapi kalau lihat teman saya pagi-pagi mau salat atau sore abis main gitu, ibu bapaknya, Salat dulu salat dulu Terus pagi mau olahraga, eh jangan lupa salat subuh dulu.

Rasa ingin tahu Jusuf makin besar dan ia memutuskan untuk belajar mencari tahu. Belum mengucap syahadat tapi di usia 17 tahun, Jusuf sudah ada keinginan untuk masuk Islam dan mau khitan bersama teman-temannya.

Keinginan Jusuf untuk masuk Islam ini belum diketahui keluarganya. Usai dikhitan sang ibunda awalnya malah curiga Jusuf terkena penyakit kelamin. Namun, ketika Jusuf mengatakan dengan jujur pada ibunda. Jawaban sang ibunda bikin Jusuf kaget.

Jusuf menghabiskan masa kecilnya di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat. Ketika itu ia menjadi pedagang asongan untuk menambah uang jajan.

Segala jenis makananmulai es mambo hingga kacang-kacangan yang dibungkus plastik pernah dijual di sekitar Masjid Istiqlal. Dari kegiatannya itu, ia mempunyai banyak teman beragama Islam. Jusuf Hamka sempat penasaran dengan teman-temannya yang selalu diperintahkan melaksanakan shalat lima waktu.

Kemudian, secara perlahan ia mulai bertanya tentang arti salat dan mencari lebih dalam seluk-beluk Islam. Sejak menjadi mualaf yang dituntun oleh Buya Hamka dalam pembacaan ikrar dua kalimat syahadat Jusuf berkomitmen menjalankan dakwah Islam dengan caranya sendiri, yakni dengan cara menjadi pengusaha. Pria yang akrab disapa Baba Alun ini adalah pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada CMNP

PT CMNP diketahui berperan dalam pembangunan jalan tol Cawang-Tanjung Priok sepanjang 19,03 km. Dia adalah salah satu pengusaha terkaya di Indonesia yang berbisnis di bidang jalan tol.

Ini Kisahnya Saat ini, Jusuf Hamka banyak menduduki jabatan di banyak perusahaan terkemuka di negeri ini. Di antaranya menjabat Komisaris Utama PT Mandara Permai, Komisaris Independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri Komisaris PT Citra Margatama Surabaya dan Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia.

Oh lu mau masuk Islam Masuk aja, jadi Islam yang baik. Saya kaget saya pikir saya ditolak sama ibu saya. Saya mikir, kok ibu saya support ya. Saya kongkow sama ibu saya Entar kalau saya Islam, papa marah enggak ya Entar mama yang tanyain

Setelahnya, begitu sampai Jakarta sang ayah rupanya sudah tahu keinginan Jusuf masuk Islam. Ia juga tak melarang dan mempersilakan anaknya jika memang keputusan itu baik untuknya.

Saya enggak langsung masuk Islam. Waktu itu saya lihat majalah Tempo, saya baca ada orang masuk Islam di Masjid Al-Azhar kenang Jusuf Hamka.

Jusuf kemudian mengucap syahadat di depan Buya Hamka di usia 24 tahun, tujuh tahun setelah ia dikhitan dan mengutarakan keinginannya masuk Islam. Tak lama setelah dirinya masuk Islam, ia kemudian menikah dengan istrinya di tahun 1981.

Maju ke tahun 1998 Jusuf Hamka dan istrinya harus melewati ujian yang berat. Kala itu, ia mengalami kebangkrutan karena krisis ekonomi. Dua minggu tak bisa makan, namun perlahan bangkit kembali

About admin

Check Also

SANGAT MENGEJUTKAN!! INGAT ITJE TRISNAWATI? BEGINI KEADAANNYA SEKARANG! SETELAH LAMA MENGHILANG

  Artis Itje Trisnawati sempat sebagai salah satu pedangdut terkenal. Namanya dipuja & lagu-lagunya begitu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!