Tukang Becak Naik Haji, Per Hari Menabung Rp20 Ribu selama 22 Tahun, Ini Kisahnya

Kisah inspiratif datang dari pengayuh becak berusia 65 tahun bersama seorang istrinya berusia 62 tahun

tukang becak di Majalengka yang bisa mewujudkan impian naik haji tahun ini bersama istrinya Icih berusia 62 tahun

pasangan ini merasa bersyukur dan bahagia lantaran mereka akan menunaikan ibadah haji ke tanah suci Mekkah berkat kegigihannya menabung

Penantian Eme 65 Tahun seorang pengayuh becak bersama sang istri Icih 62 Tahun buruh serabutan asal Dusun Jatiraga Timur Desa Kecamatan Kadipa­ten Kabupaten Majalengka akhirnya terwujud.

Setelah menunggu selama puluhan tahun mereka ditakdirkan untuk menjalankan ibadah haji tahun ini.

Eme, yang biasa mangkal di Pasar Kadipaten meng­ungkapkan dia mulai bercita-cita untuk menunaikan iba­dah haji sejak 30 tahun lalu.

Dia menabung dari sebagian hasil kerjanya mengayuh becak.

Keinginan kuat itu terdorong oleh semangatnya untuk menjalankan semua Rukun Islam. Menurut Emet ia telah mengucapkan dua kalimat syahadat serta menunaikan salat dan zakat.

Ia pun mengaku tak pernah batal puasa Ramadan walaupun harus bekerja keras.

Ketika banyak orang menunaikan ibadah haji saya pun ingin walau kondisi ekonomi tidak sebaik orang lain. Tapi semua yang saya peroleh disyukuri.

Ketika melihat tayangan televisi yang menyiarkan para jemaah haji melaksanakan tawaf keinginan hati semakin kuat untuk berangkat.

Saya sering bertanya dalam hati kapan bisa seperti mereka katanya ditemui di kediamannya.

Oleh karena itulah sedikit demi sedikit ia terus mena­bung. Setelah belasan tahun akhirnya uang terkumpul untuk mendaftar haji bersama sang istri.

Saban hari Eme mewajibkan dirinya untuk menabung berapa pun nilai yang ada. Tentu saja semua setelah dikurangi kebutuhan sehari-hari dan pengeluaran uang bulanan untuk membayar tagihan listrik atau kebutuhan sosial di kampungnya.

Menurut dia dalam sehari ia memperoleh uang antara Rp30.000 hingga Rp50.000.
Sementara itu pendapatan sang istri tidak menentu tergantung ada orang yang menyuruhnya atau tidak.
Yang jelas buruh tani di wilayahnya dibayar Rp60.000 per hari itu pun ketika musim tanam dan musim panen ikut derep bersama sang suami.

Tahun 2012 setelah uang dianggap cukup untuk membayar ongkos haji mereka pun mendaftarkan diri. Saat itu keduanya mendapat antrean berangkat berhaji pada tahun 2020.

Namun karena C-19 melanda mereka baru bisa berangkat tahun ini. Eme dan Icih bergabung dengan kelompok terbang 11

Rencananya mereka berangkat dari Majalengka pada tanggal 11 Juni 2022 dan dijadwalkan masuk ke Asrama Haji Jabar di Bekasi pada pukul 10.20.

fase tridasa Dusun jatiraga Kecamatan Kadipaten kabupaten Majalengka ini terdaftar berangkat haji pada Tahun 2022 setelah 10 tahun menanti yang mengharukan keterbatasan MB dan Ice rupanya tidak mematahkan semangat mereka untuk ibadah haji

sebab MW Hanya bekerja sebagai tukang becak yang mangkal di pasar Kadipaten Majalengka sedangkan Ice berprofesi sebagai buruh tani yang berpenghasilan Rp60.000 perharinya

Eme mengaku tidak menduga ia dan ichi istrinya tercatat sebagai peserta calon jemaah haji yang akan diberangkatkan

bercerita bahwa dia sudah menjadi tukang becak selama tiga puluh tahun dan dia bertekad bersama istrinya untuk menabung

 

About admin

Check Also

Kenaikan Harga Cabai Semakin Pedas

Kenaikan harga cabe hingga mencapai Rp100 rb perkilogram terjadi di sejumlah daerah pelaku usaha kuliner …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!