Balasan yang Diterima Umat Islam Jika Lebih Mengidolakan Artis Korean Dibanding Rasulullah SAW

Virus Kpop telah menyerang dunia tak terkecuali Indonesia pesona pesona Oppa dan aktor Korea serta boyband dari negeri gingseng ini telah menyihir semua kalangan seperti anak-anak remaja hingga dewasa bahkan dari berbagai agama di seluruh penjuru dunia muslim dan muslimah pun juga larut dengan ini

Pesona-pesona Oppa dan aktor Korea serta boyband dari Negeri Ginseng ini telah menyihir semua kalangan. Seperti anak-anak remaja hingga dewasa bahkan dari berbagai agama di seluruh penjuru dunia.

Para muslim dan muslimah pun juga larut dalam hal ini. Naluri untuk mengidolakan seseorang atau sesuatu memang wajar pada diri manusia. Disadari atau tidak ketika manusia memiliki kecenderungan rasa saat melihatnya atau kekaguman berlebih mereka akan merasa takjub.

Setiap orang pasti memiliki sosok idola dalam hidup mereka baik itu artis, penulis buku, penyanyi, ustadz, maupun publik figur lainnya. Hal tersebut tentu beralasan bisa karena bakat wajah atau kepribadiannya sehari-hari.

Sikap rendah hati seorang bintang juga sering menjadi faktor ia banyak dicintai oleh fansnya. Bentuk kekaguman yang dilakukan fans sangat beragam awalnya mungkin hanya iseng melihat profilnya di Google namun lama-kelamaan rasa penasaran pun muncul hingga akhirnya kepo dengan segala aktivitasnya.

Tak berhenti disitu kehidupan pribadi dan asmaranya menjadi sesuatu hal yang kita rindukan. Sehari saja tak mendengar update dari sang idola hati tiba-tiba terasa hampa.

Bahkan mereka akan rela merogoh kocek demi mengikuti gaya hidup sang idola dan yang lebih menyedihkan lagi adalah ketika mereka menganggap idola mereka lebih penting dengan apapun di dunia.

Hingga akhirnya beribadahpun menjadi prioritas kesekian asal episode drama Korea tidak ketinggalan.

Dewan pakar studi Al-Qur’an KH. Ali Nurdin MA mengatakan mengidolakan sesuatu memang suatu kecenderungan pada manusia namun baiknya sewajarnya saja. Namun bila itu berlebihan dan sudah meninggalkan ibadah hal tersebut tentu salah.

Segala sesuatu yang berlebihan itu maka jika mempertimbangkan definisi fanatis yaitu kecenderungan pada sesuatu yang berlebihan tidak baik. Namun dalam konteks berkeyakinan fanatis dalam hal beragama diperbolehkan.

Islam selalu hadir dengan solusi Islam pun mengkategorikan hukum mengidolakan non muslim berdasarkan beberapa golongan yaitu:

Boleh jika kita mengagumi seorang sosok dari segi kepribadian kecerdasan tanpa menghubungkan dengan agama yang ia anut.

Makruh,jika kita mengagumi segala sesuatu yang ada pada diri orang tersebut secara fisik. Namun kita memiliki ketetapan dan tidak mengakui agama yang dianutnya selain Islam

Haram jika kita menaruh kekaguman berlebih alias fanatik. Seperti membenarkan semua yang ada pada diri sang idola dan mengakui agama yang telah dianutnya sehingga membuat diri sendiri termasuk ke dalam golongan orang yang kafir

Dari ketiga pembagian hukum mengidolakan non muslim pada penjelasan sebelumnya diharapkan sebagai seorang muslim kita harus bisa membatasi diri untuk tidak membabi buta dalam mengidolakan seseorang.

Mengidolakan seseorang hukumnya boleh pasalnya manusia memang tidak bisa lepas dari naluri yang melekat pada dirinya. Namun kita harus menempatkan naluri tersebut ke perkara yang juga akan diridhoi Allah SWT seperti mengidolakan Rasulullah SAW para sahabat para Tabi’in atau para Tabi’it Tabi’in karena amalan mereka sungguh mengaggumkan.

Rasulullah SAW bersabda:

Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum, melainkan akan dikumpulkan bersama mereka pada hari kiamat nanti.

Lantas apa yang sebenarnya kita cari dari mengagumi sosok idol Korea? Benarkah kita tulus mengagumi mereka karena sifat baiknya

Sebab selama ini tak jarang kita hanya memandang fisik yang dianggap keren lalu melupakan standar akhlak yang telah diperintahkan Allah SWT. Sebab segala sesuatu baik hal yang kita idolakan akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman dia mendapat kemurkaan Allah kecuali orang yang dipaksa kafir padahal hatinya tetap tenang dalam beriman dia tidak berdosa akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar.QS. An-Nahl:106

Bukan tugas mudah bagi kita agar berhenti fanatik namun dengan pertolongan Allah SWT semuanya bisa diatasi, banyak yang kemudian lari pada Korea ketika mengalami kesulitan.

Padahal Allah selalu memberikan obat dalam masalah yang dihadapi manusia. Namun jika menonton Korea adalah jalan untuk menambah ilmu tentu hal ini tidak menjadi masalah selama masih dalam koridor yang ditetapkan Allah SWT.

Selain itu penting untuk bersikap dewasa dalam menyikapi perbedaan dan tidak asal melabelkan kata kafir pada orang lain.

Agar kita tidak terpengaruh dengan nilai-nilai yang jauh dar ajaran agama Islam langkah yang bisa kita tempuh adalah meningkatkan porsi ibadah kita.

Hal tersebut dimaksudkan agar cinta kita kepada Allah Rasul para sahabat nabi dan para ulama semakin tumbuh hingga akhirnya bisa sedikit menutupi rasa cinta pada dunia dan makhluk-Nya.
Wallahu a’lam bishawab.

About admin

Check Also

15 Tahun Lama Nggak Muncul di TV..! Begini Nasib dan Kabar Terbaru para Pemeran Film Ronaldowati

Sinetron Ronaldowati sempat menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak sampai remaja pada 2008 silam. Sinetron …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!