Masih Ingat Ferry Rotinsulu? Dulu Dipuji-puji, Lihat Nasibnya Berubah Drastis Usai Pensiun

Ferry Rotinsulu yang kini berusia 36 tahun telah memutuskan pensiun dari sepakbola Indonesia pada 2015 lalu setelah membela Sriwijaya FC selama 8 tahun Sejak saat itu dia sibuk menjadi menjadi pelatih kiper Sriwijaya FC. Selain menjadi pelatih, Ferry memiliki kesibukan lain

Ferry Rotinsulu kanan sedang berdiskusi bersama Hilton Moreira pada sesi latihan Sriwijaya FC di StadionĀ  Setelah memutuskan pensiun sebagai pemain sepak bola pada tahun 2015

mantan kiper Timnas Indonesia Ferry Rotinsulu bakal kembali merumput di bawah mistar gawang Sriwijaya FC. Alasan Ferry kembali bermain adalah karena kiper ketiga Laskar Wong Kito Alexander mengundurkan diri

Pengunduran diri Alexander diungkapkan oleh manajer Sriwijaya FC Hendri Zainuddin Alexander kiper ketiga Sriwijaya FC tadi pagi telah menyatakan keinginan keluar dari tim dan kita telah menyetujuinya Dan sebagai penggantinya Ferry Rotinsulu akan jadi kiper ketiga Sriwijaya FC kata Hendri.

Dengan begini Ferry Rotinsulu akan memiliki double job di sisa laga putaran kedua Liga 2 2019 Jadi pelatih kiper sekaligus kiper ketiga Pada putaran pertama pelatih Sriwijaya FC Kas Hartadi lebih memilih Galih Sudaryono sebagai kiper pertama dan Hendra Mole sebagai pelapisnya.

Sebelum pensiun Ferry Rotinsulu telah memperkuat Sriwijaya FC selama delapan tahun Pencapaian terbesar Ferry di level klub adalah kala ia mengantarkan tim yang bermarkas di Palembang itu meraih double winner pada musim 2007 2008

“Karier melatih di 2017 memegang Porprov Sumatera Selatan selama setengah tahun. Dengan pengalaman dasar saat masih dilatih dan sebagai pemain ujar Ferry Rotinsulu mengawali ceritanya.

Ia menilai seorang pelatih harus memiliki lisensi sebagai dasar dalam melatih anak didiknya. Terlebih dalam era sepak bola modern seperti sekarang, lisensi menjadi bekal utama selain pengalaman.

Banyak yang mengeluhkan kenapa kiper-kiper di level semi profesional masih sangat buruk untuk dasar-dasar sebagai seorang kiper Padahal pelatih yang baik akan menghasilkan murid yang baik tutur Ferry Rotinsulu

Pria asal Palu Sulawesi Tengah tersebut menilai besarnya potensi kiper usia dini di Indonesia dan tersebar di berbagai daerah. Ia menyebut sudah banyak kiper-kiper muda justru lebih meroket namanya dan menggeser para pemain yang lebih senior.

Menurutnya perubahan tersebut tidak lepas dari peran era sepak bola modern Permainan sepak bola khususnya kiper tidak hanya menggunakan kedua tangannya dalam menangkap bola namun punya peran layaknya pemain lain untuk memaksimalkan strategi pelatih

Kalau dulu kiper hanya itu-itu saja sedangkan sekarang sangat pesat persaingannya dengan usia junior pun bisa menjadi kiper utama sebuah tim. Kiper harus bisa bermain dengan kaki bukan hanya tanyaj saja dalam menangkap bola kata eks kiper Persijatim Solo FC dan Surabaya United itu

Pria berusia 38 tahun ini tidak lupa memberikan saran penting kepada generasi penerus sepak bola Indonesia, tentang pentingnya dalam menjaga motivasi Begitu juga bagi pelatih sendiri harus mau menjemput bola mencari pemain berbakat dari mana saja

Saran saja jangan terlalu memaksa anak tapi didukung saja apapun posisinya yang akan dipilih pemain sendiri Pelatih yang dapat lisensi juga jangan sungkan turun ke bawah cari pemain dari pelosok tuturnya

Untuk anak-anak tetap semangat jangan pernah berhenti latihan Kerja keras,sekolah tetap diutamakan karena tidak kalah pentingnya pesan sang mantan penjaga gawang

About admin

Check Also

15 Tahun Lama Nggak Muncul di TV..! Begini Nasib dan Kabar Terbaru para Pemeran Film Ronaldowati

Sinetron Ronaldowati sempat menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak sampai remaja pada 2008 silam. Sinetron …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!