Kisah Amr bin Tsabit Selama Hidupnya Tidak Pernah Salat, Namun Dijamin Masuk Surga oleh Rasulullah, Kok Bisa ??

Perkara shalat bukanlah perkara yang biasa. Shalatnya seseorang bisa dijadikan patokan hubungan seseorang dengan Tuhannya. Maka dari itu, shalat juga menjadi kriteria dalam mencari pasangan hidup. Ada banyak dalil yang membahas mengenai shalat ini.

Bahkan shalat bisa dijadikan ukuran kualitas hidup manusia, jika shalatnya bagus maka baguslah semuanya.

Ada banyak rentetan kejadian yang menorehkan lembaran demi lembaran dalam sejarah Islam. Dalam satu lembaran kisahnya, Nabi Muhammad SAW pernah menceritakan kepada para sahabatnya kalau beliau mengenal seorang pemuda yang menjadi salah satu penghuni surga. Padahal dia belum pernah sekalipun menunaikan salat.

Salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, yakni Abu Hurairah memberitahu siapa pemuda itu kepada sahabat yang lainnya.

“Ushairim bani ‘Abdil Asyhal ‘Amr bin Tsabit bin Waqsy,” kata Abu Hurairah.
Dialah Amru bin Tsabit. Pemuda yang juga merupakan sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari bani ‘Abdil Asyhal. Dia adalah laki-laki yang belum memeluk agama Islam, setelah banyak kaum bani ‘Abdil Asyhal yang telah bertaubat kepada Allah SWT.

Amru bin Tsabit pernah diajak untuk memeluk Islam, namun ia enggan karena kaumnya. Meskipun sebenarnya di dalam hatinya sudah ada dorongan untuk masuk Islam.
Siapakah dia? Tahu apa yang dilakukan semasa hidupnya? Amalan apa yang bisa memasukkannya ke dalam surga?

Dikutip BondowosoNetwork.com dari akun YouTube Islam Populer, ternyata orang yang melaksanakan shalat wajib, shalat sunnah dan amalan lain, belum tentu masuk surga.

Amal ibadah bukanlah penentu masuk surga. Hal ini sesuai dengan hadis yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dan itu membuat para sahabat terheran-heran.

Rasulullah SAW bersabda Tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalnya.” Para sahabat bertanya,”Begitu juga dengan engkau wahai Rasulullah SAW?

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak juga dengan diriku, kecuali bila Allah melimpahkan karunia dan rahmat-Nya padaku. Oleh karena itu berlaku luruslah dan bertaqarrub allah dan janganlah salah seorang dari kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya dan jika di orang yang buruk, semoga bisa menjadikannya dia bertaubat.” Hadits Riwayat Bukhari.

Walaupun seseorang terlihat rajin beribadah bisa saja nantinya Allah SWT memasukkannya ke dalam neraka.Mendengar hal ini Rasulullah SAW bersabda Tiada kebaikan padanya dan dia termasuk penghuni neraka.

Mereka para sahabat berkata lagi Fulana mengerjakan shalat wajib dan bersedekah dengan beberapa potong keju, tapi tidak pernah menyakiti seorang pun.

Rasulullah SAW bersabda, Dia adalah penghuni surga. Maksudnya ke dalam surga tidak bisa ditentukan dari ibadahnya. Bisa saja ada yang tak pernah terlihat beribadah seperti shalat tapi bisa menjadi penghuni surga.

Siapa orang yang dijamin masuk surga tanpa shalat? perkara surga dan neraka adalah kewenangan Allah SWT.

Dia memiliki pertimbangan sendiri untuk memasukkan orang ke surga nya atau ke neraka nya. Bahkan orang yang tidak shalat pun bisa masuk ke surga nya.

Hal ini dialami oleh salah seorang yang berada di zaman Rasulullah SAW. Orang tersebut adalah Amr Bin Tsabit. Dia berasal dari bani Abdul Asyhal.

Ia pernah diajak masuk Islam namun Amr bin Tsabit menolak. Kisah ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah dan diabadikan dalam kitab As sirah An Nabawiyyah.

Saat Perang Uhud tiba banyak orang yang turun ke medan perang. Ia pun mencari anak pamannya. Ia bertanya kepada orang-orang di manakah anak-anak Pamanku.

Orang-orang pun menjawab di uhud. Semua orang yang dicarinya sedang berjuang di medan perang, tepatnya di uhud.

Mendengar hal itu ia pun bergegas memakai baju perang besinya itu, memacu kudanya menuju medan perang.

Saat sampai di medan perang kaum muslimin pun menyuruhnya menjauh. Mereka berkata kepada Amar, Menjauhlah engkau dari kami wahai Amr.
Setelah Amr mengaku beriman, akhirnya para muslimin mempersilahkannya bergabung dan berjuang bersama di jalan Allah SWT memerangi orang kafir.

Amr bertempur dengan gagah berani, dengan ini ia terluka parah. Ia pun ditemukan oleh orang-orang Bani Abdul Az Zihan, yang sedang mencari korban peperangan dari kau mereka.

Amar bin Tsabit pun langsung dibawa ke keluarganya. Saad bin Muadz selalu mendatangi saudaranya seraya berkata, “tanyakanlah kepada Amar, apa yang menyebabkannya datang ke medan perang? apakah yang berperan demi kaumnya atau karena Allah dan Rasul-Nya?”

Saat ditanyakan pertanyaan tersebut, Amr yang dalam terluka menjawab, “Aku datang ke medan perang karena ingin masuk Islam. Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku masuk Islam lalu mengambil pedangku. Aku maju bersama Rasulullah SAW dan aku berperang hingga aku terkena serangan.

Setelah mengucapkan itu, Amar bin Tsabit menghembuskan nafasnya. Kejadian ini pun diceritakan kepada Rasulullah SAW dan beliau bersabda, Sesungguhnya ia termasuk penghuni surga. Amr bin Tsabit pun menjadi penghuni surga, walaupun belum pernah melaksanakan shalat.

Suatu kali cerita ini disampaikan Abu Hurairah kepada sahabat yang lain, ternyata para sahabat tidak mengetahui bahwa ada yang tak pernah shalat tapi bisa masuk Islam.

Hal ini pun dilihat dari cerita Amr Bin Tsabit, Amr adalah seorang yang wafat dalam keadaan syuhada setelah menjalani peperangan.

Amr bin Tsabit berperang karena Allah SWT dan Rasul-Nya. Hal ini pun jadi alasan ia dimasukkan ke dalam surga Allah SWT, walaupun statusnya belum pernah shalat.
Namun bagi Anda yang rajin melaksanakan ibadah shalat, tentu ada kesempatan yang juga sama untuk masuk surga.

Shalat lima waktu menjadi kewajiban setiap muslim. Hal ini adalah perintah dari Allah SWT, dikerjakan sesuai contoh diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Perintah itu jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan diberikan ganjaran oleh Allah SWT. Hal ini sudah dikabarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadistnya.

Dari Ubadah bin Ash Shamit RA, ia berkata aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, Lima shalat yang Allah wajibkan atas hamba Nya. Barangsiapa mengerjakannya dan tidak menyia-nyiakannya sedikitpun karena menganggap enteng, maka ia memiliki perjanjian dengan Allah untuk memasukkan dia ke surga. Dan barangsiapa tidak mengerjakannya, maka dia tidak memiliki perjanjian dengan Allah. Jika Allah berkehendak, maka Dia mengazabnya dan jika Dia berkehendak, Dia mengampuninya.

Mengenai hadits ini, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata, “Orang yang enggan mengerjakan shalat fardhu, maka ia berhak mendapatkan hukuman yang keras, berdasarkan kesepakatan para imam kaum muslimin. Bahkan menurut jumhur umat seperti Imam Malik, Syafi’i, Ahmad dan selain mereka. Ia wajib untuk disuruh bertaubat (jika ia bertobat maka ia terbebas dari hukuman dan jika tidak maka ia dihukum mati).

Shalat juga menjadi ibadah yang istimewa karena menjadi sebaik-baiknya amalan. Hal ini telah diabadikan dalam sabda Nabi SAW, “Dan ketahuilah bahwa sebaik-baik amal kalian adalah shalat. Hadits riwayat Ahmad.
Bahkan Rasulullah SAW menjadikannya wasiat saat di akhir hayatnya Kerjakanlah shalat dan tunaikan kewajiban kalian terhadap hamba sahaya yang kalian miliki. Hadits riwayat Ahmad.

Amr bin Tsabit menjadi orangnya istimewa karena bisa masuk surga walaupun tidak mengerjakan shalat, sebab ikut berperang di jalan Allah SWT.

Namun jangan berkecil hati orang yang shalat pun memiliki kesempatan untuk masuk surga Nya Allah SWT walaupun tidak semata-mata amalan itu sebagai penentu orang yang bisa masuk surga atau neraka. Lalu untuk meraih surga Nya Allah SWT apa yang sudah kamu lakukan

Hal ini pun pernah terjadi di zaman Nabi SAW dalam kitab Al Adab Al Mufrad, terdapat sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Dikisahkan seorang sahabat yang menyampaikan berita kepada Rasulullah SAW perihal seorang wanita yang ahli ibadah tapi suka menyakiti tetangganya.

Ya Rasulullah ada seorang wanita yang rajin shalat malam gemar berpuasa di siang hari giat melakukan amal kebaikan dan banyak bersedekah. Kemudian sering menyakiti tetangganya dengan lisannya.
Pada suatu hari ketika perang Uhud terjadi Amru bin Tsabit bertanya kepada Nabi Muhammad SAW Di mana kaumku

Nabi Muhammad SAW pun menjawab, Mereka sedang menuju Uhud untuk membela Islam.
Mendengar jawaban Nabi Muhammad SAW, tergeraklah hati Amru bin Tsabit. Hingga pada akhirnya dia telah memantapkan hati untuk menerima petunjuk Islam. Amru pun menyatakan keislamanannya pada Nabi Muhammad SAW.

Ketika perang Uhud itu terjadi bersamaan dengan keislaman Amru bin Tsabit ia dan Nabi Muhammad SAW bergegas pergi dan mengenakan baju perang menuju Uhud untuk berperang bersama kaum Muslim lainnya.
Sesampai di sana para kaum Muslim kaget dan heran melihat Amru ada bersama rombongan mereka.

Menjauhlah engkau dari kami, wahai Amru!” kata orang-orang Muslim.
Dengan penuh percaya diri seakan meyakinkan mereka, Amru menjawab Aku telah beriman
Tanpa banyak tanya, kaum Muslim pun mempersilakannya untuk bergabung bersama mereka dalam perang Uhud, perang membela agama yang kini diyakininya hingga akhir Islam.

Dengan penuh semangat dan kegigihan Amru bin Tsabit bertempur melawan musuh. Namun sayangnya, di saat perang berlangsung dan korban-korban mulai berjatuhan kaum Bani Asyhal menemukan Amru bin Tsabit yang terbaring penuh luka.

Demi Allah ini adalah Al-Ushairim kata kaum Bani Asyhal.
Dirinya pun dibawa kepada keluarganya dengan keadaan penuh luka. Salah seorang kaum Bani Asyhal bertanya kepada Amru bin Tsabit soal apa yang menyebabkan ia datang ke pertempuran itu. Apakah ia datang untuk membela kaumnya atau karena Allah SWT dan rasul-Nya?

Aku datang ke medan perang karena ingin masuk Islam. Aku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku masuk Islam lalu mengambil pedangku. Aku maju bersama Rasulullah SAW dan aku berperang hingga aku terkena serangan kata Amr dengan kondisi yang tidak baik.

Tak lama napas Amru bin Tsabit berhenti. Dia telah meninggal dunia setelah berjihad di jalan Allah SWT.
Rasulullah SAW berkata, Sesungguhnya ia termasuk penghuni surga Amru bin Tsabit meninggal dengan sedikit amalan yang menjemputnya di momen terbaik atas izin Allah SWT.

Dari kisah ini kita semua belajar dan dapat mengambil makna baiknya, bahwa Allah SWT sangat-sangat membuka lebar pintu surga bagi umat-Nya. Meski amalan yang dilakukan Amru bin Tsabit sedikit bahkan belum sempat untuk melakukan ibadah salat tapi dia telah membuat amalan itu bernilai luar biasa. Ketulusan keikhlasan dan kesungguhan untuk berjuang di jalan Allah SWT. Inilah yang membuatnya menjadi ahli surga. Wallahualam.

 

Sumber :  bondowoso .jatimnetwork .com /khazanah /pr-1824203108/kisah-sahabat-yang-selama-hidupnya-tidak-pernah-shalat-namun-dijamin-masuk-surga-oleh-rasulullah-kok-bisa?page=6

kumparan .com /hijab-lifestyle/kisah-amru-bin-tsabit-belum-pernah-salat-tapi-dijamin-masuk-surga-1tdF5H7nOz5/full

About admin

Check Also

15 Tahun Lama Nggak Muncul di TV..! Begini Nasib dan Kabar Terbaru para Pemeran Film Ronaldowati

Sinetron Ronaldowati sempat menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak sampai remaja pada 2008 silam. Sinetron …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!