Sebelum Terlambat, Wajib Tahu Ada 2 Dosa Besar Tetap Mengalir Walau Sudah Meninggal!

Sisa hidup yang kita jalani sekarang ini hanya menunggu waktu atau menunggu giliran untuk menuju kehidupan selanjutnya. Saat giliran itu telah tiba, maka semua amalannya akan terputus kecuali 3 perkara, yakni: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakan. Sebagai seorang musim yang sadar akan pentingnya bekal amal di hari kiamat, tentu akan berharap amal yang pernah dikerjakan selama hidupnya diterima oleh Allah dan dapat mengantarkannya ke surga.

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa amal jariyah akan terus mengalir meski orangnya telah meninggal dunia.Amal tersebut bisa berupa amal kebaikam maupun amal keburukan.
Jika semasa hidup gemar melakukan sedekah jariyah maka pahala sedekah tersebut akan terus mengalir apabila sedekah kita tetap bermanfaat bagi orang lain sekalipun yang beramal meninggal.

Begitupun dengan amal keburukan yang pernah dilakukan akan terus mendapat aliran dosa apabila keburukan tersebut tetap dijalankan oleh orang lain sekalipun yang melakukan telah meninggal.Satu hal yang perlu kita ketahui bahwa yang malaikat catat dalam kehidupan kita bukan hanya aktivitas dan amalan yang kita kerjakan.

Selain amal jariyah, ada juga dosa yang akan terus mengalir walaupun telah meninggal dunia.Kita semua sadar bahwa kelak kita akan mengalami kematian.
Sisa hidup yang kita jalani sekarang ini hanyalah menunggu waktu.Menunggu giliran nyawa kita akan dicabut oleh Malaikat Maut.Dan dari sinilah kehidupan yang sesungguhnya baru dimulai.

Saat manusia meninggal dunia, maka akan terputus semua amalannya kecuali 3 perkara.Tiga perkara tersebut adalah sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakan.
Baca Juga: Rasulullah Benar! Inilah Kuburan yang Berbau Harum Karena Sering Melakukan Hal Ini Sebelum Tidur Hal ini sebagaimana yang pernah diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Apabila manusia meninggal, amalnya akan terputus kecuali 3 hal; Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang mendoakannya.HR An Nasa’i dan Tirmidzi

Sebagai seorang muslim yang sadar akan pentingnya bekal amal di hari kiamat, tentu akan sangat berharap amal yang pernah dikerjakannya semasa hidup bisa menghantarkannya menuju surga yang telah Allah janjikan.

Tapi sebelum itu, perlu kita ketahui terlebih dahulu tentang amal jariyah.Yang dimaksud dengan amal jariyah adalah amal yang akan terus mengalir meski si pengamalnya telah meninggal dunia.
Amal tersebut bisa berupa kebaikan maupun amal keburukan. Ketika semasa hidup kita gemar melakukan sedekah jariyah, maka pahala sedekah tersebut akan terus mengalir sekalipun kita telah meninggal dunia.

Kita akan terus mendapatkan kucuran pahala selama harta atau tenaga yang kita sedekahkan masih dimanfaatkan atau membawa manfaat bagi kaum muslimin lainnya.

Kita pun akan terus mendapatkan kucuran dosa meskipun kita telah meninggal dunia.Betapa menyedihkannya nasib seorang mukmin yang telah meninggal, namun terjerumus ke dalam dosa jariyah. Satu hal yang perlu kita ketahui adalah yang malaikat catat dari kehidupan kita.Tak hanya aktivitas dan amalan yang kita kerjakan, namun juga dampak dan pengaruh dari aktivitas dan amalan kita.

Dalam Al Quran Surah Yasin ayat 12, Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan berkas-berkas yang mereka tinggalkan, dan segala sesuatu kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfudz).” (QS Yasin: 12).

Dari ayat tersebut dapat disimpulkan bahwa orang yang melakukan amal dan aktivitas yang baik, maka insha Allah, Allah SWT akan mencatat amal baik itu dan memberikan ganjaran dari apa yang diamalkan.

Namun juga dampak dan pengaruh dari aktivitas dan amalan kita.Rasulullah SAW selalu mengingatkan umatnya untuk berhati-hati agar tidak terjebak dalam dosa jariyah.
Tentang 2 dosa yang akan terus mengalir sekalipun pelakunya telah meninggal.

Pertama, mempelopori perbuatan maksiat.
Seseorang yang melakukan maksiat dihadapan orang lain dan menyebabkan orang lain meniru perbuatan dosa tersebut sekalipun dirinya tidak mengajak orang lain berbuat demikian.
Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah pernah bersabda: “ Barang siapa yang mempelopori satu kebiasaan buruk, maka dia mendapat dosa keburukan itu dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya tanpa dikurangi sedikitpun dosanya”.

Kedua, mengajak melakukan kesesatan dan maksiat.
Hal ini telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam QS. An-Nahl : 25 yang berbunyi:
“Mereka akan memikul dosa-dosanya dengan penuh pada hari kiamat dan berikut dosa-sdosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikitpun bahwa mereka disesatkan

Seseorang yang menyeru atau mengajak pada perbuatan dosa. Maka akan mendapat pula dosa dari para pengikutnya.

About admin

Check Also

15 Tahun Lama Nggak Muncul di TV..! Begini Nasib dan Kabar Terbaru para Pemeran Film Ronaldowati

Sinetron Ronaldowati sempat menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak sampai remaja pada 2008 silam. Sinetron …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!