MAKIN RENDAH HATI DIUSIA TUA! Begini Perubahan Artis Iwan Fals Inspirasi Anak Jalanan Indonesia

Baru berusia 15 tahun, anak pertama Iwan Fals harus pergi untuk selama-lamanya. Galang Rambu Anarki meninggal pada tanggal 25 April 1997. Kabar meninggalnya Galang ini cukup fenomenal pada saat itu. Banyak yang mengira Galang meninggal karena overdosis narkotika. Namun kabar tersebut dibantah oleh keluarga karena Galang meninggal karena penyakit yang dideritanya.

Pelantun lagu Bento ini dalam wawancara virtual khusus bersama media mengatakan cara terbaik mendapatkan inspirasi atau menghasilkan karya terbaik pada saat di atas kasur kesayangannya. “Saya paling nikmat bikin lagu itu kalau lagi di atas kasur, karena udah usia segini juga ya, katanya tersenyum.

Iwan mengatakan mencari ide/inspirasi untuk membuat lagu di usianya tak lagi muda sangat berbeda bila dibandingkan pada saat dirinya muda dulu. Pada saat masih muda, Iwan langsung mendapatkan ide atau inspirasi dalam membuat lagu kalau lagi nongkrong di pinggir jalan bersama teman-temannya.

Kalau dulu bareng teman-teman di jalan langsung dapat ide buat lagu tapi belakangan ini cari idenya di atas kasur alias di kamar pokoknya sesantai santainya lah, jelasnya. Sementara itu, Iwan Fals baru baru ini merilis album berjudul Pun Aku ini membuktikan bahwa dirinya tetap produktif walau sudah memasuki usia 60 tahun.

Selain merilis album, Iwan bahkan sering berkolaborasi dengan musisi muda. Saya senang berkolaborasi dengan anak muda karena dari mereka saya bisa belajar apa yang saya gak bisa dan tentu menambah pengalaman baru bagi saya ujar Iwan.

Menurutnya hidup di dunia ini tidak bisa sendiri butuh orang lain. Sejauh ini saya selalu berhubungan dengan teman musisi dari genre apapun, dan kodrat kita gak bisa hidup sendiri. Kalau saya gak bergaul ya rugi amat diwaktu, tutupnya.

Tak hanya semasa hidupnya saja yang menarik untuk dikenang. Baru-baru ini, Iwan Fals menceritakan apa arti di balik dari nama anak pertamanya tersebut.

Pulau Galang
Hal itu diungkapkan oleh Iwan Fals dalam video yang diunggah di kanal Youtube pribadinya pada beberapa hari yang lalu. Dalam video tersebut, Iwan Fals bercerita mengenai mendiang anak pertamanya.

Iwan mengaku mendapatkan inspirasi dari Pulau Galang yang terletak di Batam, Kepulauan Riau. Dahulu, pulau tersebut digunakan oleh pengungsi dari Vietnam yang pergi dari negaranya karena tidak ingin ikut paham yang yang diterapkan di Vietnam pada saat itu.

“Itu memang saat itu saya terinspirasi dari Pulau Galang menampung manusia perahu dari Vietnam. Manusia perahu ini warga negara Vietnam yang nggak mau ikutan sama Komunis. Ya saya harap Galang ya seperti itu, menampung segala keluh kesah atau mimpi manusia dan masa depannya,” ungkap Iwan Fals.

Petunjuk
Sedangkan untuk nama Rambu yang menjadi nama tengah, Iwan berkata bahwa setiap orang pasti membutuhkan petunjuk dalam hidupnya. Nantinya petunjuk-petunjuk tersebut bisa digunakan ketika manusia-manusia bingung dengan jalan hidupnya.

“Lalu Rambu, nggak mungkin kita hidup tanpa petunjuk paling nggak secara naluri ya kita butuh kabar, butuh keterangan-keterangan biar nggak teresesat hidup kita ya, aturan-aturan, petunjuk masukan buat kehidupan,” tambah Iwan Fals.

Lingkungan Sekitar
Tak berharap terlalu besar, Iwan mengatakan bahwa ia ingin anaknya menjadi petunjuk untuk lingkungan sekitarnya. Menjadi hal yang berguna bagi teman-temannya untuk memberikan semangat.Saya berharap keterangan-keterangan dalam lingkungannya, dalam teman-temannya kalau ada yang kebingungan menjadi petunjuk, menjadi obor penyulut,” ucap Iwan Fals.

Anarki
Arti dari nama belakang yang selalu menjadi bahan perbincangan ini ternyata adalah sebuah paham yang cinta damai dan tidak suka kerusuhan. Namun, banyak orang yang kurang paham dengan paham tersebut dan banyak juga yang salah mengartikannya.

Anarki ini kan paham, saya sering kecewa mendengarkan istilah anarki yang diselewengkan disalah artikan seolah anarki itu perusak, perusuh, padahal buat saya yang seperti itu ya, vandal. Kalau anarki nggak, dia hanya orang yang nggak suka negara, nggak suka hirarki, autran-aturan tapi sesungguhnya dia nggak suka perang, cinta damai, pungkas Iwan Fals.

seluruh perjalanan hidup Iwan Fals tampaknya memiliki nilai-nilai yang dapat menjadi pembelajaran. Bicara tentang kegelisahannya, suaranya, pikirannya, hatinya, semua selalu memberikan nilai yang luar biasanya,

 

About admin

Check Also

15 Tahun Lama Nggak Muncul di TV..! Begini Nasib dan Kabar Terbaru para Pemeran Film Ronaldowati

Sinetron Ronaldowati sempat menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak sampai remaja pada 2008 silam. Sinetron …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!