MAKIN TUA MAKIN JADI, INILAH TRANSFORMASI ARTIS MERIAM BELLINA DI USIA 56 TAHUN | DULU DAN SEKARANG

Sosok Meriam Bellina pasti sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia, beliau di kenal sebagai artis yang kerap memerankan antagonis yang sangat angrik.

Memasuki usia setengah abad lebih dan puluhan tahun telah berkarya ia di industri hiburan tanah air, pesona wanita sehebat dia tetap memikat dan tak termakan usia. Namun seperti apa perubahan Meriam Bellina dari awal karirnya sampai sekarang.

Berikut ini adalah transformasi Meriam Bellina dulu dan sekarang, yuk simak perjalannya.

Melansir kanal Youtube Update Pro di mana awal karir Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe, atau di kenal dengan Meriam Bellina adalah artis lawas Indonesia berbakat wajah cantiknya Meriam Bellina mengawalkan karirnya dengan mengikuti ajang gadis sampul di majalah gadis tahun 1980-an.

Kemudian Meriam Bellina mulai terjun ke dunia seni peran pada 1981, 2 film pertamanya yang di perankan meriam adalah perawan-perawan dan cinta di balik noda.

Sosok Meriam Bellina kian lambung kala dirinya berperan di film catatan sih boy tahun 1987 dalam perjalanan karirnya meriam sempat menjadi sorotan publik dengan keberaniannya beradegan panas.

Tak hayal artis cantik ini disebut sebut boms*x Indonesia bahkan julukan lain yang melekat pada diri meriam Bellina adalah magma perfilman Indonesia. Selain bermain film wanita kelahiran Bandung ini juga bermain di sejumlah sinetron sukses di dunia seni peran.

Meriam Bellina kemudian melebarkan sayapnya di dunia intertaimen sebagai seorang penyanyi, bahkan meriam telah cetak beberapa lagu terkenal di antara nya. Mula nya biasa saja dan kerinduan

Pendidikan, lalu seperti apa latar belakang Meriam Bellina, saat remaja ia ikut dengan ayahnya yang saat itu bertugas di luar negeri dirinya pernah tinggal di Amerika Serikat dan menyambung pendidikan disana.

Setelah lulus SMP Meriam Bellina kembali ke Indonesia dirinya yang awalnya memiliki cita-cita menjadi seorang pramugari kemudian melanjutkan pendidikan nya ke SMA ia kemudian tercatat sebagai siswa di SMA k Dago Bandung tapi rupanya takdir berkata lain.

Keinginannya menjadi pramugari kandas ketika ia memutuskan keluar dari sekolah nya di bangku kelas 2 Karena Meriam Bellina memutuskan untuk menjadi gadis sampul di majalah gadis

Prestasi/penghargaan, mulai berkarir di dunia hiburan tanah air sejak tahun 80 an meriam Bellina sudah memiliki prestasi dan penghargaan selama berjalannya menjadi seorang artis.

Kisah cinta, berbeda dengan keartisan nya yang sukses dan menuai banyak prestasi kisah cinta meriam Bellina justru berbanding terbalik dengan karirnya.

Meriam Bellina pernah terikat pernikahan dengan dua pria yang berbeda namun, meriam juga harus menelan pil pahit dari dua kali pernikahannya.

Meriam Bellina pernah menikah dengan seorang sutradara yaitu Ferry Anggriawan pada tahun 1987, tapi sayang pernikahan itu harus kandas pada tahun 1990.

Kemudian tidak lama berselang meriam menikah dengan aktor tampan bernama Adisoerya Abdi pada tahun 1991 dan kembali lagi cinta meriam harus kandas dengan Adisoerya pada tahun 2001 meriam sempat terlibat cinta terlarang dengan pengacara Indonesia kondang Hotman Paris.

Profil Meriam Bellina
Makin tua makin jadi, transformasi artis cantik Meriam Bellina dulu dan sekarang
Meriam Bellina (nama lengkap: Ellisa Meriam Bellina Maria Bamboe; lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 April 1965; umur 47 tahun) adalah seorang aktris Indonesia.

Masa kecil dan remaja
Sebelum menjadi aktris, anak dari Maria Theresia dan G.H. Bamboe (seorang pembuat kaki palsu) ini sebenarnya ingin menjadi seorang pramugari Garuda Indonesia, tetapi dia keluar dari SMAK Dago Bandung (kelas II) dan menjadi gadis sampul di majalah Gadis.

Terjun ke dunia film
Film pertama, Perawan-Perawan dia bintangi waktu masih remaja. Setelah meraih Piala Citra (1984) sebagai Pemeran Utama Wanita terbaik dalam film Cinta di Balik Noda (nominasi FFI 1984 cukup berat, ada Christine Hakim, Jenny Rachman, Zoraya Perucha, dan Lidya Kandou), kariernya mulai mencuat dalam film Catatan si Boy.

Walaupun berbakat sebagai aktris drama, pada akhir-akhir ini, “Si Mer” lebih aktif dalam sinetron yang bernuansa komed. Ia kembali mendapatkan Piala Citra lewat film Taksi di tahun 1990.

Kehidupan pribadinya tidak selancar kariernya di layar putih dan karier lainnya sebagai penyanyi pop (albumnya antara lain Simfoni Rindu, Untuk Sebuah Nama, dan Belajar Menyanyi dengan lagu-lagu andalan seperti Begitu Indah (yang sempat disensor oleh pemerintahan Soeharto karena lirik pesimisnya!), Kerinduan dan terutama lagu-lagu ciptaan Pance F. Pondaag)

karena Meriam Bellina telah menikah dan bercerai dua kali dengan produser film[rujukan?]. Wajah Indonya (blasteran Makassar-Jawa-Jerman-Sunda-Belanda) telah mengesankan seorang penulis Belanda yang bernama Ivan Wolffers, yang menggambarkan rasa kagum serta obsesinya dalam sebuah novel Liefste, mijn liefste (1992) (Sayang, oh sayangku), yang laris seperti pisang goreng dengan lebih dari 10.000 buku terjual [1] di Belanda sendiri.

Dalam berperan, Meriam Bellina terbilang berani melakukan adegan panas sehingga dia pernah mendapatkan gelar sebagai Bom Seks Indonesia[

(Tontonan Roro Mendut (1982) malah telah dibatalkan di Festival Film Indonesia di Tropenmuseum Amsterdam karena peranannya dianggap terlalu sensual) dan karena kepiawaiannya berakting ia juga dijuluki Magma Perfilman Indonesia[rujukan? Mer adalah satu-satunya aktris Indonesia yang selalu berkarya tiap bulan tiap tahun tanpa jeda waktu dari tahun 1981 sampai sekarang, belum ada aktris Indonesia yang seproduktif

Mer merupakan perpaduan Mutu dan Komersil. Ditengah persaingan panggung entertainment Indonesia, Mer tetap eksis, bukti eksistensinya bisa dilihat di hasil karyanya di bawah ini, tiap tahun selalu ada karyanya (film, sinetron, nyanyi, iklan)

semua ditangani dengan apik oleh Mer[rujukan? Tiga piala citra menjadi bukti prestasi Mer di dunia film (Cinta di Balik Noda (1984), Taksi (1990), Get Married (2007)). Di dunia sinetron, Meriam meraih Piala Vidia tahun 1994 melalui sinetron Aku Mau Hidup.

Kasus
Pada tanggal 23 Maret 2012, Meriam mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea atas tuduhan penganiayaan.

Peristiwa itu terjadi pada 10 April 2009 ketika dirinya baru saja pulang dari gereja.

Meriam mengaku dipukul dan ditampar oleh pengacara kondang itu sehingga menderita retak di hidung, luka di leher hingga telinga mengeluarkan darah.

 

About admin

Check Also

15 Tahun Lama Nggak Muncul di TV..! Begini Nasib dan Kabar Terbaru para Pemeran Film Ronaldowati

Sinetron Ronaldowati sempat menjadi salah satu tontonan favorit anak-anak sampai remaja pada 2008 silam. Sinetron …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!